Cute Blinking Unicorn Purple Angel Wing Heart

Apa itu tonsilitis?

Tonsilitis, atau yang sering disebut dengan radang amandel, adalah peradangan dan pembengkakan yang terjadi pada amandel. Peradangan umumnya disebabkan oleh infeksi.
Amandel merupakan dua jaringan berbentuk oval yang terdapat di bagian belakang tenggorokan. Letak masing-masing amandel berada di sisi kiri dan kanan tenggorokan.
Tanda-tanda dan gejala yang umumnya muncul ketika terjadi peradangan pada amandel adalah sakit tenggorokan, kesulitan menelan, serta pembengkakan kelenjar getah bening pada salah satu atau kedua sisi leher.
Tonsilitis adalah penyakit yang menular. Biasanya, penularan terjadi melalui kontak langsung dengan seseorang yang terinfeksi. Infeksi dapat diakibatkan oleh virus maupun bakteri, meskipun kebanyakan kasus peradangan berkaitan dengan virus.
Kondisi ini menimbulkan rasa sakit yang tidak nyaman pada tenggorokan, namun sangat jarang memicu komplikasi kesehatan yang serius. Kebanyakan kasus radang amandel akan sembuh dalam beberapa hari.

Seberapa umumkah tonsilitis terjadi?

Tonsilitis adalah kondisi yang sangat umum terjadi. Sebanyak jutaan individu terkena radang tenggorokan setiap tahunnya.
Radang amandel dapat terjadi pada pasien dengan usia berapa saja. Namun, kasus kejadiannya paling banyak ditemukan pada pasien anak-anak hingga remaja, yaitu dengan rata-rata usia 5-15 tahun.
Sementara itu, angka kejadian penyakit ini tidak memiliki perbedaan yang signifikan pada pasien laki-laki maupun perempuan.
Tonsilitis adalah penyakit yang dapat diatasi dengan cara mengendalikan faktor-faktor risiko yang ada. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai penyakit ini, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala tonsilitis?

Berdasarkan lama berlangsung dan gejalanya, peradangan amandel dapat dibagi menjadi 3 jenis, yaitu akut, kronis, dan berulang.
Gejala radang amandel umumnya mulai muncul 2-4 hari setelah Anda tertular penyakit ini.
Tanda-tanda dan gejala paling umum dari tonsilitis adalah:
  • Radang tenggorokan
  • Kesulitan atau sakit saat menelan
  • Suara yang serak
  • Batuk
  • Demam yang disertai dengan menggigil
  • Napas bau (halitosis)
  • Kehilangan nafsu makan
  • Sakit kepala
  • Leher kaku
  • Sakit perut
  • Nyeri pada rahang dan leher akibat pembengkakan kelenjar getah bening
  • Amandel yang tampak berwarna merah dan bengkak
  • Amandel yang memiliki bercak putih atau kuning
  • Kesulitan membuka mulut
  • Kelelahan
Pada pasien anak-anak, kemungkinan terdapat gejala tambahan seperti rewel, nafsu makan menurun, serta berlebihnya air liur.
1. Tonsilitis akut
Radang amandel jenis akut sangat umum terjadi. Bahkan, hampir setiap anak mungkin pernah mengalaminya setidaknya satu kali seumur hidup.
Apabila tanda-tanda dan gejala berlangsung kurang dari 10 hari, kondisi ini termasuk dalam peradangan akut. Apabila gejala tidak kunjung reda lebih dari 10 hari, atau muncul beberapa kali dalam setahun, kondisi tersebut termasuk kronis atau berulang.
Radang amandel akut akan lebih mudah disembuhkan, terutama dengan pengobatan di rumah. Namun, dalam beberapa kasus, penderita mungkin membutuhkan penanganan tambahan, seperti antibiotik.
2. Tonsilitis kronis
Tanda-tanda dan gejala pada radang amandel kronis berlangsung lebih lama dibanding dengan jenis akut. Penderita juga mungkin merasakan gejala-gejala ini lebih lama:
  • Radang tenggorokan
  • Napas berbau tidak sedap
  • Benjolan lunak di leher akibat pembengkakan getah bening
Radang amandel kronis juga berpotensi menimbulkan batu amandel, di mana terjadi penumpukan sel, air liur, dan sisa makanan pada celah amandel. Penumpukan ini dapat mengeras, sehingga terbentuk material seperti batu-batu kecil.
Batu amandel dapat menghilang dengan sendirinya, atau terkadang perlu dibersihkan oleh dokter.
3. Tonsilitis berulang
Radang amandel yang berulang biasanya ditandai dengan karakteristik sebagai berikut:
  • Radang tenggorokan atau amandel terjadi sekitar 5-7 kali dalam 1 tahun
  • Radang amandel terjadi setidaknya 5 kali selama 2 tahun berturut-turut, atau 3 kali selama 3 tahun berturut-turut
Baik tonsilitis kronis maupun berulang yang sudah cukup parah terkadang harus diatasi dengan tonsilektomi, yaitu prosedur operasi pengangkatan amandel.
Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:
  • Demam di atas 39.5°C
  • Kelemahan otot
  • Leher kaku
  • Pembengkakan pada leher, disertai dengan kemerahan
  • Sakit atau kesulitan saat menelan
  • Tidak dapat membuka mulut (trismus)
  • Kesulitan bernapas
  • Suara berubah
Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda.
Tubuh masing-masing penderita menunjukkan tanda-tanda dan gejala yang bervariasi. Untuk mendapatkan penanganan yang paling tepat dan sesuai dengan kondisi kesehatan, periksakan apapun gejala yang Anda rasakan ke dokter atau pusat layanan kesehatan terdekat.

Apa saja komplikasi kesehatan yang dapat diakibatkan oleh tonsilitis?

Peradangan atau pembengkakan pada amandel, terutama pada kasus tonsilitis kronis, berpotensi mengakibatkan beberapa komplikasi kesehatan, seperti:
  • Kesulitan bernapas akibat pembengkakan amandel
  • Pernapasan terganggu saat tidur (sleep apnea)
  • Infeksi yang menyebar ke jaringan sekitar amandel (selulitis tonsil)
Pada kondisi yang lebih serius, kemungkinan dapat muncul nanah di sekitar area yang terinfeksi dan meradang. Kondisi ini disebut dengan abses peritonsil.
Selain itu, apabila peradangan amandel disebabkan oleh bakteri streptococcus grup A atau jenis bakteri streptococcus lainnya, penderita berisiko mengalami kelainan yang cukup langka, seperti:
  • Demam rematik, peradangan yang terjadi di jantung, sendi, dan jaringan lainnya.
  • Glomerulonefritis post-streptokokal, peradangan pada ginjal yang menyebabkan kelainan pada pembuangan sisa metabolisme tubuh.

Penyebab

Apa penyebab tonsilitis?

Amandel merupakan benteng pertama dari pertahanan tubuh Anda. Organ ini memproduksi sel darah putih yang membantu tubuh melawan infeksi.
Amandel akan melawan bakteri dan virus yang masuk melalui mulut atau hidung Anda. Namun, organ ini juga rentan mengalami infeksi dari patogen-patogen tersebut.
Tonsilitis dapat disebabkan oleh virus, seperti yang terdapat di pilek, atau melalui infeksi bakteri, seperti radang tenggorokan.
1. Infeksi virus
Infeksi virus merupakan salah satu penyebab paling umum. Virus yang menyebabkan flu atau pilek cukup sering ditemukan pada kasus radang amandel. Namun, tak menutup kemungkinan jenis virus lain dapat menyebabkan penyakit ini.
Beberapa jenis virus yang paling umum menjadi penyebab radang amandel adalah:
  • Rhinovirus
  • Virus Epstein-Barr
  • Hepatitis A
  • HIV2
2. Infeksi bakteri
Selain virus, bakteri juga dapat memicu terjadinya tonsilitis. Sekitar 15-30 persen kasus radang amandel disebabkan oleh infeksi bakteri.
Bakteri yang paling sering menjadi penyebab utama radang amandel adalah streptococcus, seperti yang ditemukan pada radang tenggorokan. Namun, bakteri jenis lain juga dapat menjadi pemicu.
3. Biofilm
Sebuah penelitian dari Journal of Inflammation Research pada tahun 2018 menunjukkan bahwa radang amandel kronis dan berulang mungkin disebabkan oleh biofilm yang terdapat di lipatan amandel.
Biofilm merupakan sekumpulan mikroorganisme (biasanya bakteria) yang melekat dan membentuk selimut di atas sebuah permukaan tubuh. Pembentukan biofilm dapat juga terjadi karena adanya resistensi antibiotik. Resistensi antibiotik biasanya terjadi akibat konsumsi antibiotik yang tidak tepat, misalnya minum tidak sesuai dengan dosis yang diberikan.
4. Genetik
Selain itu, ada kemungkinan radang amandel berulang memiliki kaitan dengan kelainan genetik penderitanya.
Beberapa anak dengan radang amandel berulang memiliki kelainan genetik yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh mereka memburuk. Kondisi ini mengakibatkan tubuh tidak dapat melawan infeksi bakteri streptococcus grup A dengan baik.

Faktor-faktor risiko

Apa saja faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko saya untuk terkena tonsilitis?

Tonsilitis adalah kondisi yang dapat terjadi pada hampir setiap orang, terlepas dari berapa usia dan apa kelompok ras penderitanya. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda untuk mengalami kondisi ini.
Penting untuk Anda ketahui bahwa memiliki salah satu atau beberapa faktor risiko bukan berarti Anda pasti akan terkena suatu penyakit atau kondisi kesehatan. Faktor risiko hanya akan memperbesar peluang terjadinya suatu penyakit.
Dalam beberapa kasus yang jarang terjadi, tidak menutup kemungkinan seseorang dapat menderita suatu penyakit tanpa adanya satu pun faktor risiko.
Berikut adalah faktor-faktor risiko utama yang berkontribusi terhadap radang amandel:
1. Usia
Radang amandel paling sering terjadi pada pasien anak-anak berusia 5 hingga remaja berusia 15 tahun. Namun, tidak menutup kemungkinan penyakit ini juga dapat terjadi pada orang dewasa dan lansia.
2. Sering berada di lingkungan penuh kuman
Apabila Anda atau anak Anda sering melakukan kontak langsung dengan orang lain atau lingkungan yang kurang higienis, risiko untuk terkena infeksi virus atau bakteri jauh lebih tinggi.

Diagnosis & pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana mendiagnosis radang tonsilitis?

Dokter biasanya melakukan pemeriksaan fisik dengan mengecek tenggorokan Anda. Setelah itu, dokter juga mungkin akan melakukan kultur tenggorokan, yaitu dengan cara menyeka lembut bagian belakang tenggorokan Anda.
Hasil kultur tenggorokan akan diperiksa di laboratorium untuk mendeteksi apa penyebab utama dari infeksi. Selain itu, dokter mungkin juga akan meminta Anda menjalani tes pemeriksaan darah lengkap (complete blood count).
Melalui tes darah, dokter dapat mengetahui apakah infeksi disebabkan oleh virus atau bakteri, sehingga Anda akan diberikan jenis pengobatan yang sesuai.

Bagaimana cara mengobati tonsilitis?

Kasus tonsilitis yang ringan tidak memerlukan pertolongan medis. Namun, jika kasus yang terjadi parah, Anda perlu melakukan perawatan berikut:
1. Antibiotik
Apabila radang amandel disebabkan oleh infeksi bakteri, dokter akan meresepkan antibiotik untuk membantu tubuh melawan infeksi.
Antibiotik membantu meredakan gejala-gejala peradangan secara lebih cepat. Namun, konsumsi obat-obatan tersebut dapat meningkatkan risiko resistensi antibiotik.
Selain itu, ada kemungkinan terjadi efek samping setelah minum antibiotik, seperti sakit perut. Maka itu, pengobatan ini biasanya hanya diberikan pada kasus radang yang cukup parah dan berpotensi menimbulkan komplikasi.
Dokter biasanya akan meresepkan antibiotik jenis penicillin.
2. Operasi
Prosedur operasi pengangkatan amandel disebut dengan tonsilektomi. Biasanya, prosedur ini hanya dilakukan pada penderita radang amandel kronis atau berulang.
Tonsilektomi dapat meredakan masalah pernapasan atau kondisi kesulitan menelan yang Anda alami. Namun, prosedur ini juga meningkatkan risiko Anda untuk terkena infeksi pada jangka panjang.
Umumnya, penyakit ini memiliki peluang yang cukup besar untuk sembuh. Setelah pengobatan selesai, kebanyakan pasien tidak akan mengalami kondisi yang sama atau komplikasi kesehatan di lain waktu.
Sebagian besar kasus tonsilitis, terutama yang diakibatkan oleh virus, akan membaik dalam waktu 7 hingga 10 hari.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi tonsilitis?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi radang amandel:
  • Minum banyak cairan, terutama air putih
  • Istirahat yang cukup
  • Kumur dengan air garam hangat beberapa kali sehari
  • Mengonsumsi pelega tenggorokan
  • Gunakan humidifier untuk melembabkan udara di ruangan
  • Hindari asap
               

Penjelasan secara lengkap mengenai Influenza adalah sebagai berikut : 

Apa yang dimaksud dengan influenza?

Influenza atau flu adalah infeksi virus pada saluran pernapasan. Influenza (flu) adalah kondisi yang datang secara tiba-tiba, biasanya berlangsung selama 7 sampai 10 hari. Influenza A
Influenza A 
adalah penyebab epidemi flu musiman hampir setiap tahun di Amerika Serikat. Virus influenza A adalah jenis yang dapat menginfeksi manusia dan hewan. 
Influenza A adalah satu-satunya virus yang dapat menyebabkan pandemi, yaitu penyebaran penyakit secara global. Flu burung dan flu babi disebabkan oleh virus ini. Influenza B
adalah virus yang juga dapat menyebabkan epidemi flu musiman yang hanya menyerang manusia. Virus influenza B bermutasi lebih lambat daripada jenis A. 
Influenza C
Influenza C adalah penyebab beberapa penyakit ringan. Namun, virus ini tidak dapat menciptakan epidemi, atau kasus baru di masyarakat.  
Influenza D
Influenza D adalah virus yang seringkali menyerang ternak dan tampaknya tidak menginfeksi manusia. 
Influenza (flu) adalah kondisi yang bisa hilang begitu saja dan ada yang diobati menggunakan obat obatan alami atau obat resep. Kebanyakan influenza adalah penyakit yang umumnya bisa sembuh sepenuhnya. 
Namun, bagi orang tua, balita, dan orang dengan imunitas yang lemah, flu bisa memicu kondisi yang lebih parah dan bahkan mengakibatkan kematian akibat komplikasi. Tipe lain dari flu adalah flu babi (HIN1), flu burung (H5N1, H7N9), dan lain-lain.
Setiap tahun terdapat 10% hingga 15% kasus influenza, memengaruhi 250.000 – 500.000 orang. Jenis baru dari influenza A/H1N1 menyebabkan wabah pada Juni 2009. Kebanyakan orang terjangkit pada musim gugur dan musim dingin.

Seberapa umumkah influenza?

Flu adalah kondisi yang sangat umum dan bisa memengaruhi pasien dari segala usia. Influenza adalah kondisi yang bisa dihindari dengan mengurangi faktor risiko Anda. Silakan mendiskusikan dengan dokter Anda untuk info lebih lanjut. 
Orang dewasa biasanya terjangkit influenza 2-3 sekali per tahun sedangkan anak-anak bisa mencapai 6-7 kali per tahun.

Tanda-tanda dan gejala

Apa sajakah tanda-tanda dan gejala dari influenza?

Gejala influenza umumnya datang secara tiba-tiba. Tanda dan gejalanya biasanya mulai dari 24 sampai 48 jam setelah terpapar virus flu. Gejala dan demam terburuk biasanya berlangsung selama 3 sampai 5 hari. Tanda dan gejalanya seperti 
  • Panas tinggi (setinggi 400C)
  • Panas dingin dan nyeri otot 
  • Merasa sangat lemah atau lelah
  • Sakit kepala
  • Sakit mata
  • Batuk dan bersin
  • Sakit tenggorokan
  • Hidung meler
  • Sakit perut (terlebih pada anak-anak dibandingkan orang dewasa)
  • Batuk dan merasa sangat lemah dan lelah bisa bertahan hingga 6 minggu.
Mungkin ada beberapa tanda dan gejala yang tidak tercantum di atas. Jika Anda mempunyai kekhawatiran mengenai gejala influenza, silakan berkonsultasi dengan dokter Anda.

Kapan saya harus ke dokter?

Kebanyakan orang yang terkena flu dapat mengobati dirinya sendiri di rumah dan biasanya tidak perlu ke dokter.
Jika Anda menunjukkan gejala flu dan berisiko komplikasi, pergilah ke dokter segera. Mengonsumsi obat antivirus dalam 48 jam pertama setelah munculnya gejala utama dapat mengurangi lamanya Anda mengidap penyakit dan membantu mencegah masalah yang lebih serius.

Penyebab

Apa penyebab influenza?

Influenza atau flu adalah kondisi yang disebabkan oleh virus yang bisa dikaterogikan. Anda jenis flu dari  jenis A, B atau C. Jenis A adalah yang paling umum.
Orang yang terkena virus penyebab influenza akibat menghirup udara yang sudah tercemar virus dari orang lain yang terinfeksi (misalnya melalui batuk atau bersin), atau dari menyentuh sesuatu yang sudah disentuh orang yang terinfeksi.
Influenza adalah kondisi yang bisa menyebar melalui kontak dengan hewan yang terinfeksi atau jika Anda memakan daging hewan tersebut.
Orang yang terkena virus influenza mungkin menularkan penyakitnya bahkan sebelum mereka merasakan gejala. Kecenderungan menularkan virus itu berlanjut sejak gejala awal muncul hingga lima hari kemudian. 
Anak-anak dan orang-orang dengan sistem kekebalan lemah mungkin menularkan virus tersebut untuk waktu yang lebih lama. 
Virus influenza adalah virus flu yang terus berubah dan akan selalu muncul jenis baru. Jika Anda pernah mengidap influenza, tubuh Anda telah membuat antibodi untuk melawan jenis virus serupa lainnya. 
Itu adalah hal yang membuat Anda lebih “kebal” dari terinfeksi virus influenza atau flu. Jika suatu hari Anda mengidap flu yang mirip dengan yang pernah Anda lalui, antibodi tersebut adalah senjata yang dapat mencegah atau mengurangi infeksi. 
Namun, antibodi terhadap virus flu yang Anda temui di masa lalu tidak dapat melindungi Anda dari jenis influenza baru yang dapat sangat berbeda. 

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya terkena influenza?

Beberapa faktor risiko untuk influenza adalah:
1. Usia
Influenza musiman cenderung menyerang balita dan orang tua. Influenza adalah kondisi yang cenderung menyerang anak-anak di bawah 1 tahun dan orang tua di atas 65 tahun. 
2. Kondisi tempat tinggal
Orang yang tinggal di fasilitas bersama dengan banyak penghuni, seperti panti jompo atau asrama tentara, lebih sering terkena influenza. Orang yang dirawat di rumah sakit juga adalah pihak yang punya risiko tinggi terkena flu. 
3.Sistem kekebalan tubuh lemah
Pengobatan kanker, obat anti penolakan, kortikosteroid, dan HIV/AIDS bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh Anda. Hal ini bisa membuat Anda lebih mudah tertular influenza dan bisa juga meningkatkan risiko Anda terkena komplikasi.
4. Penyakit kronis
Kondisi kronis, seperti asma, diabetes, atau jantung, bisa meningkatkan risiko Anda terjangkit komplikasi akibat influenza.
5. Hamil
Wanita hamil lebih mungkin untuk terjangkit komplikasi influenza, terutama dalam trimester kedua dan ketiga. Wanita yang baru melahirkan hingga dua minggu setelahnya adalah juga pihak berisiko mengembangkan komplikasi yang berhubungan dengan flu. 
6. Kegemukan
Orang dengan Indeks Massa Tubuh sebesar 40 atau lebih memiliki peningkatan risiko komplikasi dari flu.
7. Penggunaan aspirin di bawah usia 19 tahun
Orang yang lebih muda dari 19 tahun dan menerima aspirin jangka panjang berisiko terkena sindrom Reye jika terinfeksi influenza. 

Komplikasi

Apa saja komplikasi yang mungkin terjadi dengan influenza?

Jika Anda berusia muda dan sehat, influenza adalah kondisi yang tidak serius. Meskipun Anda mungkin merasa tidak nyaman ketika menghadapinya, flu biasanya pergi dalam satu atau dua minggu tanpa efek apapun. 
Namun, komplikasi akibat influenza atau flu yang mungkin terjadi adalah:
Pneumonia adalah komplikasi flu yang paling serius. Untuk orang tua dan orang dengan kondisi kronis, pneumonia dapat berakibat fatal.

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukan merupakan pengganti anjuran medis. SELALU konsultasikan dengan dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan untuk influenza?

Beberapa pilihan pengobatan untuk menangani influenza adalah:
1. Obat-obatan
Flu adalah kondisi yang bisa diatasi. Pengobatan yang paling baik adalah istirahat. Influenza tidak bisa disembuhkan dengan antibiotik, tetapi pengobatan lainnya bisa mengendalikan gejalanya, dan obat-obatan lain (antivirus) bisa memperpendek durasinya. 
Untuk mengatasi ketidaknyamanan, obat non-aspirin, seperti acetaminophen dan ibuprofen, sirup batuk, dan dekongestan bisa digunakan. Jangan memberikan aspirin kepada anak-anak berusia kurang dari 16 tahun karena akan sangat meningkatkan risiko terkena Reye’s Syndrome.
2. Menghirup uap hangat
Menghirup uap hangat dapat melegakan hidung yang tersumbat dan membantu mengencerkan sekret hidung (ingus). Tuangkan air panas ke dalam baskom lalu hirup uap hangat yang dihasilkan oleh air panas tersebut. 
3. Menggunakan minyak esensial
Minyak esensial yang beraroma dapat ditambahkan. Anda dapat menggunakan selimut untuk membuat ruang tertutup bagi kepala Anda dan baskom agar uap air dapat terfokus ke hidung Anda. 
Tundukkan kepala Anda agar dapat mengarahkan uap air dengan lebih baik. Perbanyak minum air putih untuk mengencerkan sekret hidung (ingus).

Tes apa yang paling umum untuk influenza?

Dokter akan membuat diagnosis dari gejala-gejala yang Anda alami. Dokter juga bisa melakukan tes untuk memastikan diagnosis tersebut.
Tes tersebut bisa melibatkan sampel cairan dari ingus atau menggunakan sampel darah. Dokter juga bisa meminta x-ray untuk mengecek adanya pneumonia (komplikasi).

Pengobatan di rumah

Apa sajakah perubahan gaya hidup atau pengobatan di rumah yang membantu mengatasi influenza?

Gaya hidup dan pengobatan di rumah yang bisa membantu Anda mengatasi influenza (flu) adalah:
  • Mandi air hangat atau kompres dengan bantalan pemanas bisa membantu meringankan nyeri otot. 
  • Menghirup uap hangat misalnya dengan vaporizer dapat membantu mengencerkan sekret hidung (ingus)menipiskan sekres.
  • Berkumur dengan air garam hangat atau obat kumur bisa meringankan sakit tenggorokan.
  • Minum air yang banyak adalah yang paling penting.
  • Perbanyak cairan dalam tubuh: minum 2 liter air putih setiap harinya untuk mengganti cairan tubuh yang hilang dan konsumsi suplemen vitamin untuk daya tahan tubuh
  • Istirahat yang cukup: orang dewasa sehat membutuhkan waktu tidur ideal antara 7- 8 jam sehari untuk memberikan waktu bagi otot dan pikiran beristirahat
  • Konsumsi obat penghilang rasa sakit: Konsultasi dengan dokter atau apoteker Anda untuk mendapat obat penghilang rasa sakit, baik resep/nonresep. Obat-obatan ini dapat mengurangi rasa sakit yang diasosiasikan dengan pilek.

Pencegahan

Apa pencegahan yang dapat saya lakukan untuk menghindari influenza?

Menurut WHO, cara terbaik untuk terhindar dari influenza adalah dengan mendapatkan vaksin flu setiap hari. Influenza adalah virus flu yang akan berevolusi secara terus menerus. Karena itu, WHO membuat rekomendasi untuk memperbaharui komposisi vaksin. 
WHO merekomendasikan vaksinasi tahunan untuk kelompok berisiko tinggi, termasuk petugas kesehatan. Vaksinasi influenza adalah langkah yang idealnya dilakukan sebelum musim flu dimulai. Namun, mendapatkan vaksinasi influenza kapan pun masih dapat membantu Anda terhindar dari flu. 
Vaksin flu adalah zat yang mengandung perlindungan dari tiga atau empat virus influenza yang diharapkan menjadi yang paling umum dalam musim flu di tahun itu. Vaksin tersedia dalam bentuk suntikan dan semprotan hidung. 
Namun menurut Mayo Clinic, ada kekhawatiran bahwa vaksin semprotan adalah cara yang tidak cukup efektif terhadap jenis influenza tertentu. Namun, vaksin semprotan diharapkan dapat efektif pada musim 2019-2020. 
Semprotan hidung masih tidak dianjurkan untuk beberapa kelompok, seperti wanita hamil, anak-anak berusia 2-4 tahun dengan asma, dan orang-orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh terganggu
Kandungan sebagian besar vaksin influenza adalah sejumlah kecil protein telur. Jika Anda memiliki alergi telur ringan, efek samping vaksin influenza yang akan Anda rasakan adalah gatal dan Anda tidak perlu mendapatkan upaya pencegahan lainnya.
Jika Anda memiliki alergi telur parah, Anda harus mendapat vaksinasi dalam pengaturan medis dan diawasi oleh dokter.  
Jika Anda mempunyai pertanyaan, silahkan konsultasikan dengan dokter Anda yang mengerti solusi terbaik bagi Anda.


Volume Pernapasan meliputi : 

pada Manusia - Volume udara pernapasan dapat diukur menggunakan respirometer. Secara garis besar, volume udara pernapasan dapat dibedakan menjadi enam sebagai berikut.

a. Volume tidal (tidal volume)

Volume tidal adalah volume udara pernapasan (inspirasi) biasa, yang besarnya lebih kurang 500 cc (cm3) atau 500 mL.

b. Volume cadangan inspirasi (inspiratory reserve volume)

Volume cadangan inspirasi atau udara komplementer adalah volume udara yang masih dapat dimasukkan secara maksimal setelah bernapas (inspirasi) biasa, yang besarnya lebih kurang 1.500 cc (cm3) atau 1.500 mL.

c. Volume cadangan ekspirasi (expiratory reserve volume)

Volume cadangan ekspirasi atau udara suplementer adalah volume udara yang masih dapat dikeluarkan secara maksimal setelah mengeluarkan napas (ekspirasi) biasa, yang besarnya lebih kurang 1.500 cc (cm3) atau 1.500 mL.

d. Volume sisa / residu (residual volume)

Volume sisa/residu adalah volume udara yang masih tersisa di dalam paru-paru setelah mengeluarkan napas (ekspirasi) maksimal, yang besarnya lebih kurang 1.000 cc (cm3) atau 1.000 mL.

e. Kapasitas vital (vital capacity)

Kapasitas vital adalah volume udara yang dapat dikeluarkan semaksimal mungkin setelah melakukan inspirasi semaksimal mungkin juga, yang besarnya lebih kurang 3.500 cc (cm3) atau 3.500 mL. Jadi : 

kapasitas vital adalah jumlah dari volume tidal + volume cadangan inspirasi + volume cadangan ekspirasi.

f. Volume total paru-paru (total lung volume)

Volume total paru-paru adalah volume udara yang dapat ditampung paru-paru semaksimal mungkin, yang besarnya lebih kurang 4.500 cc (cm3) atau 4.500 mL. Jadi : 

volume total paru-paru adalah jumlah dari volume sisa + kapasitas vital.
Secara ringkas, volume udara pernapasan pada manusia dapat dijelaskan melalui grafik pada Gambar 1. di bawah ini.
Grafik volume udara pernapasan pada manusia
Gambar 1. Grafik volume udara pernapasan pada manusia
Volume udara pernapasan setiap orang berbeda-beda. Hal ini disebabkan karena setiap orang memiliki volume paru-paru yang berbeda-beda juga. Volume paru-paru selain dipengaruhi oleh faktor genetik, juga dipengaruhi oleh latihan. Para atlet, perenang, dan orang yang berlatih yoga memiliki volume paru-paru yang lebih besar.

Demikian pula orang yang tinggal di dataran tinggi di mana kadar oksigennya rendah cenderung memiliki volume paru-paru yang lebih besar. Laki-laki pada umumnya memiliki volume paru-paru lebih besar dari wanita. Dalam keadaan normal biasa, manusia menghisap dan mengeluarkan udara pernapasan kurang lebih 500 cc. Bila setengah liter ini telah diembuskan, maka dengan mengerutkan otot perut kuat-kuat, masih dapat mengembuskan satu setengah liter udara cadangan di dalam paru-paru.

Sebaliknya, sesudah menghirup udara setengah liter, kita masih dapat menghirup kuat-kuat satu setengah liter udara lagi. Jadi, jumlah udara yang terdapat dalam sistem pernapasan yaitu antara setengah dan tiga setengah liter. Jumlah udara pernapasan sekian itu dapat dimanfaatkan secara teratur oleh para olahragawan yang terlatih. Meskipun ada 500 cc udara yang dapat kita hirup dalam keadaan biasa, tetapi hanya 350 cc yang dapat sampai di gelembung paru-paru, sedangkan yang 150 cc lainnya hanya sampai di saluran pernapasan saja.


Frekuensi Pernapasan pada Manusia meliputi :

pada Manusia - Gerakan pernapasan diatur oleh pusat pernapasan di otak, sedangkan aktivitas saraf pernapasan dirangsang oleh stimulus (rangsangan) dari karbon dioksida (CO2). Pada umumnya, manusia mampu bernapas antara 15–18 kali setiap menitnya. Frekuensi pernapasan dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut.

a. Umur

Bayi dan balita memiliki frekuensi bernapas lebih banyak dibanding orang dewasa. Hal itu disebabkan volume paru-paru yang relatif kecil dan sel-sel tubuh sedang berkembang sehingga membutuhkan banyak oksigen. Orang tua juga memiliki frekuensi napas lebih banyak karena kontraksi otot-otot dada dan diafragma tidak sebaik saat masih muda, sehingga udara pernapasan lebih sedikit.

b. Jenis Kelamin

Frekuensi pernapasan wanita pada umumnya lebih banyak daripada laki-laki. Hal ini disebabkan wanita pada umumnya memiliki volume paru-paru lebih kecil dari laki-laki sehingga frekuensi bernapasnya lebih banyak.

c. Suhu Tubuh

Semakin tinggi suhu tubuh, semakin cepat frekuensi pernapasannya. Hal ini berhubungan erat dengan peningkatan proses metabolisme tubuh.

d. Posisi Tubuh

Posisi tubuh sangat berpengaruh terhadap frekuensi pernapasan. Pada tubuh yang berdiri, otot-otot kaki akan berkontraksi sehingga diperlukan tenaga untuk menjaga tubuh tetap tegak berdiri. Untuk itu diperlukan banyak O2 dan diproduksi banyak CO2. Pada posisi tubuh berdiri, frekuensi pernapasannya meningkat. Pada posisi duduk atau tiduran, beban berat tubuh disangga oleh sebagian besar bagian tubuh sehingga terjadi penyebaran beban. Hal ini mengakibatkan jumlah energi yang diperlukan untuk menyangga tubuh tidak terlalu besar sehingga frekuensi pernapasannya juga rendah.

e. Kegiatan Tubuh

Orang yang banyak melakukan kegiatan memerlukan lebih banyak energi dibandingkan dengan orang yang tidak melakukan kegiatan (santai/tidur). Oleh karena itu, tubuh memerlukan lebih banyak oksigen untuk oksidasi biologi dan lebih banyak memproduksi zat sisa. Tubuh perlu meningkatkan frekuensi pernapasan agar dapat menyediakan oksigen yang lebih banyak. Frekuensi pernapasan setiap orang dapat berbeda-beda tergantung pada kondisinya.

Gerakan pernapasan diatur oleh pusat pernapasan yang ada di otak dan disebut medula oblongata. Sebaliknya, saraf pernapasan ini juga dipacu oleh kadar karbondioksida yang ada di dalam darah. Kita dapat menahan napas sementara waktu, tetapi bila kadar karbondioksida dalam darah naik maka akan timbul rangsangan untuk segera menghirup udara pernapasan dalam-dalam. Ketika darah melalui alveolus, kandungan karbon dioksidanya sama dengan di alveolus. Darah kemudian mencapai medula oblongata yang mengandung sel-sel yang sangat peka terhadap konsentrasi karbon dioksida dalam darah. Jika kandungan karbon dioksida ini naik di atas normal, medula oblongata menanggapinya dengan meningkatkan banyaknya impuls saraf dan laju impuls saraf yang mengontrol aksi otot-otot pernapasan (otot diafragma dan otot interkosta). Akibatnya ialah peningkatan pertukaran udara dalam paru-paru yang mengembalikan konsentrasi karbondioksida dalam alveolus dengan cepat dan kemudian mengembalikan konsentrasi karbon dioksida darah ke konsentrasi normal.

Seberapa banyak jumlah udara yang dapat masuk ke dalam tubuh kita? Berikut ini akan dijelaskan mengenai volume udara pernapasan.



Mekanisme Pada Manusia meliputi :

1. Inspirasi (Penghirupan)
 Pada tahap tersebut terjadi akibat otot tulang rusuk dan diafragma. Volume rongga dada dan paru-paru meningkat ketika diafragma bergerak turun ke bawah dan sangkar tulang rusuk membesar. Kemudian tekanan udara dalam paru-paru akan turun di bawah tekanan udara atmosfer dan udara akan mengalir ke dalam paru-paru.

 2. Ekspirasi (Pengembusan) 
Tahap pengembusan terjadi akibat otot tulang rusuk dan diafragma berelaksasi. Volume rongga dada dan paru-paru mengecil ketika diafragma bergerak naik dan sangkar tulang rusuk mengecil. Tekanan udara dalam paru-paru akan naik melebihi tekanan udara atmosfer, dan udara akan mengalir keluar dari paru-paru. Dilansir Encyclopaedia Britannica (2015), dalam mekanisme pernapasan udara bergerak masuk dan keluar dari paru-paru sebagai respons terhadap perbedaan tekanan. Ketika tekanan udara di dalam ruang tulang jatuh di bawah tekanan atmosfer. Udara memasuki paru-paru (inspirasi), asalkan laring terbuka. Ketika tekanan udara di dalam tulang melebihi tekanan atmosfer, udara yang diembuskan dari paru-paru.


Macam pernapasan 

Berdasarkan pada mekanisme tersebut, manusia bisa melakukan dua sistem pernapasan, yakni: Pernapasan dada Pernapasan perut Berikut penjelasannya: 

1. Pernapasan dada 
Dalam pernapasan dada juga berlangsung pada dua tahap, yakni: Inspirasi Ini terjadi bila otot antar tulang rusuk luar terkontraksi, tulang rusuk terangkat, dan volume dada membesar. Kemudian paru-paru mengembang, sehingga tekanan udaranya menjadi lebih kecil dari udara atmosfer sehingga udara masuk. Baca juga: Tak Hanya Pernapasan, Polusi Udara Juga Mengancam Ginjal Kita Ekspirasi Ini terjadi bila otot antar tulang rusuk luar berelaksasi. Tulang rusuk akan tertarik ke posisi semula dan volume rongga dada mengecil. Tekanan udara rongga dada meningkat. Tekanan udara dalam paru-paru lebih tinggi dari udara atmosfer, akibatnya udara keluar. 

2. Pernapasan perut 
Ada dua tahap juga pada proses pernapasan perut, yakni: Inspirasi Penghirupan akan terjadi bila otot diafragma berkontraksi, diafragma mendatar dan mengakibatkan volume rongga dada membesar. Sehingga tekanan udaranya mengecil dan diikuti paru-paru yang mengembang. Itu mengakibatkan tekanan udaranya lebih kecil dari tekanan udara atmosfer dan udara masuk. Ekspirasi Proses penghembusan diawali dengan otot diafragma berelaksasi dan otot dinding perut berkontraksi. Ini menyebabkan diafragma terangkat dan melengkung menekan rongga dada. Maka volume rongga dada mengecil dan tekanannya meningkat, sehingga udara dalam paru-paru keluar. Pernapasan perut biasanya terjadi saat kamu sedang tidur.





Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mekanisme Pernapasan Manusia", https://www.kompas.com/skola/read/2020/01/22/210000569/mekanisme-pernapasan-manusia?page=all.
Penulis : Ari Welianto
Editor : Ari Welianto
Organ-organ Pernapasan Manusia meliputi :


1. Hidung

Hidung merupakan organ pernapasan yang paling luar. Udara dari luar akan masuk ke dalam tubuh melalui hidung. Udara dari luar tidak hanya mengandung oksigen tetapi juga mengandung gas-gas lain seperti nitrogen, belerang, dan karbondioksida.
Hidung juga dilengkapi dengan rambut-rambut hidung, indra pembau, selaput lendir dan konka. Rambut-rambut hidung berfungsi sebagai alat untuk menyaring debu-debu yang ikut masuk ke dalam hidung bersama dengan udara.
Selaput lendir berfungsi sebagai pelekat debu atau kotoran yang masuk ke hidung dan juga menjaga agar hidung tetap lembab. Indra pembau berfungsi untuk merasakan bau-bau dari ligkungan. Konka berfungsi untuk menghangatkan udara yang masuk ke dalam tubuh.

2. Faring

Udara yang masuk melalui hidung selanjutnya masuk ke dalam tenggorokan melalui faring.
Faring adalah hulu kerongkongan yang merupakan percabangan dua saluran.  Yaitu antara saluran yang menghubungkan mulut-kerongkongan dan hidung-tenggorokan.
Saluran penghubung mulut dengan kerongkongan disebut saluran pencernaan atau orofarings yang berada pada bagian belakang. Sedangkan, saluran penguhubung hidung dengan tenggorokan disebut saluran pernapasan atau nasofarings yang berada pada bagian depan.
Fungsi utama faring adalah sebagai saluran pencernaan yaitu membawa makanan masuk ke dalam kerongkongan. Faring juga berperan dalam proses masuknya udara ke dalam pita suara untuk menghasilkan suara. Faring juga menjadikan manusia mungkin untuk bernapas melalui mulut.

3. Tenggorokan

Tenggorokan adalah saluran yang menghubungkan antara hidung dengan paru-paru. Sehingga udara yang masuk melalui hidung dapat dialirkan ke dalam paru-paru.
Tenggorokan terdiri dari beberapa bagian yang dimulai dari pangkal tenggorokan (laring), batang tengorokan (trakea), cabang tenggorokan (bronkus), dan anak cabang tenggorokan (bronkiolus).

a. Pangkal Tenggorokan (Laring)

Laring merupakan bagian atas tenggorokan yang berisi pita suara.
Pada ujung atas laring terdapat sebuah katup epiglotis. Katup epiglotis merupakan Trakea adalah tabung atau pipa tempat keluar masuknya udara. Dindingnya tersusun dari cincin-cincin tulang rawan dan selaput lendir yang terdiri atas jaringan epitelium bersilia. Cincin tulang rawan menjadikan tenggorokan selalu terbuka sebagai tempat keluar dan masuknya udara.
Fungsi silia pada dinding trakea adalah untuk menyaring benda-benda asing yang masuk ke dalam saluran pernapasan. Sehingga kotoran atau debu yang masuk ke dalam tenggorokan akan didorong ke atas oleh silia dan dikeluarkan melalui mulut dengan mekanisme batuk.
Batang tenggrorokan berbentuk panjang seperti pipa dengan panjang kira-kira 10 cm yang bersifat kaku. Trakea memanjang dari leher ke rongga dada atas dengan susunan sebagian berada di leher dan sebagian di rongga dada.
Pada bagian bawah trakea bercabang menjadi dua saluran yang disebut dengan bronkus. Saluran bercabang ke sebelah kiri menuju paru-paru sebelah kiri dan bercabang ke sebelah kanan menuju paru-paru sebelah kanan.

b. Cabang Tenggorokan (Bronkus)

 rawan yang sangat tipis yang menutup pangkal tenggorok pada waktu menelan. Katup akan terbuka ketika kita berbicara atau bernapas.
Saat kita makan sambil berbicara biasanya kita akan tersedak. Tersedak ini dikarenakan katup epiglotis tidak bisa bekerja dengan baik karena bingung harus menutup atau membuka saluran pencernaan atau pernapasan.
Di bawah epiglotis terdapat tulang rawan yang membentuk jakun. Di dalam jakun terdapat pita suara (vocal cord) tempat dihasilkannya suara. Saat paru-paru mengeluarkan udara, pita suara akan bergetar dan akan terdengar sebagai suara.

c.  Batang Tenggorokan (Trakea)

Trakea adalah tabung atau pipa tempat keluar masuknya udara. Dindingnya tersusun dari cincin-cincin tulang rawan dan selaput lendir yang terdiri atas jaringan epitelium bersilia. Cincin tulang rawan menjadikan tenggorokan selalu terbuka sebagai tempat keluar dan masuknya udara.
Fungsi silia pada dinding trakea adalah untuk menyaring benda-benda asing yang masuk ke dalam saluran pernapasan. Sehingga kotoran atau debu yang masuk ke dalam tenggorokan akan didorong ke atas oleh silia dan dikeluarkan melalui mulut dengan mekanisme batuk.
Batang tenggrorokan berbentuk panjang seperti pipa dengan panjang kira-kira 10 cm yang bersifat kaku. Trakea memanjang dari leher ke rongga dada atas dengan susunan sebagian berada di leher dan sebagian di rongga dada.
Pada bagian bawah trakea bercabang menjadi dua saluran yang disebut dengan bronkus. Saluran bercabang ke sebelah kiri menuju paru-paru sebelah kiri dan bercabang ke sebelah kanan menuju paru-paru sebelah kanan.

d. Cabang Tenggorokan (Bronkus)

Bronkus adalah cabang tenggorokan yang bersambung ke bagian kiri dan kanan paru-paru.
Sama seperti trakea, bronkus juga tersusun dari tulang-tulang rawan hanya saja bentuk bronkus lebih kecil jika dibandingkan dengan trakea. Susunan tulang rawan pada bronkus juga tidak teratur yaitu berselang-seling antara tulang dan otot.
Bronkus juga berfungsi sebagai penyaring udara tetapi sifatnya hanya sekedar sebagai penyaring sekunder. Jaringan epitel pada dindingnya menghasilkan lendir yang menangkap kotoran yang ikut masuk bersama udara. Dinding bronkus sama seperti trakea hanya saja dinding bronkus lebih tipis jika dibandingkan dengan trakea.
Bronkus berjumlah sepasang yang menuju ke sebelah kiri dan ke sebelah kanan. Saluran yang menuju ke sebelah kiri bentuknya lebih panjang dan sempit. Bronkus memiliki cabang-cabang yang lebih halus yang disebut dengan bronkiolus.
d. Anak Cabang Tenggorokan (Bronkiolus)
Bronkiolus merupakan percabangan dari bronkus. Fungsi utama bronkiolus adalah menghubungkan bronkus dengan alveolus dan untuk mengatur banyaknya udara yang didistribusikan ke paru-paru melalui mekanisme dilatasi (melebar) dan konstriksi (menyempit) .
Banyaknnya bronkiolus di dalam paru-paru akan sama dengan jumlah lobus di dalam paru-paru kiri dan kanan. Paru-paru kanan memiliki 3 lobus dan paru sebelah kiri memiliki 2 lobus. Jadi jumlah bronkiolus pada paru-paru sebelah kanan adalah 3 buah dan pada sebelah kiri jumlahnya 2 buah.
Bronkiolus bercabang menjadi saluran yang semakin halus, semakin kecil dan dindingnya semakin tipis. Berbeda dengan bronkus, dinding bronkiolus tidak tersusun dari tulang rawan lagi. Pada ujungnya terdapat banyak sekali gelembung-gelembung kecil yang biasa disebut alveolus.

4. Paru-paru (Pulmo)

Paru-paru merupakan organ paling besar yang ada dalam sistem pernapasan Pada ujung bronkus terdapat gelembung-gelembung kecil berisi udara yang disebut alveolus (jamak: alveoli). Pada gelembung-gelembung ini terjadi proses pertukaran gas oksigen dengan gas sisa metebolisme (karbondioksida) melalui dinding alveolus. Dinding alveolus dilapisi oleh sel-sel tipis yang banyak mengandung pembuluh darah kapiler.
Pertukaran gas terjadi dengan mekanisme difusi (perpindahan suatu zat melalui sebuah selaput atau dinding). Oksigen yang berada dalam alveolus akan diserap oleh pembuluh kapiler dan ditukar dengan gas karbondioksida. Gas sisa tersebut akan di keluarkan dari dalam tubuh melalui hidung.
Di dalam darah oksigen akan diikat oleh hemoglobin dan selanjutnya akan dialirkan ke seluruh tubuh. Oksigen akan digunakan dalam proses oksidasi zat makanan yang akan menghasilkan gas sisa berupa karbondioksida. Darah yang banyak mengandung karbondioksida akan dialirkan kembali ke paru-paru untuk ditukar dengan oksigen.. Kalian tentu telah mengetahui dimana letak paru-paru. Paru-paru terletak di rongga dada manusi. Antara rongga dada dan rongga perut terdapat sebuah pemabatas yang disebut diafragma. Sekat ini nantinya akan berguna bagi proses memasukkan udara ke paru-paru (inspirasi) dan mengeluarkan udara dari paru-paru (ekspirasi).
Didalamnya terdapat organ pernapasan lainnya, seperti bronkiolus, alveolus dan pembuluh darah. Ukuran paru-paru sebelah kana lebih besar jika dibandingkan paru-paru sebelah kiri. Hal ini dikarenakan paru-paru kanan mempunyai 3 lobus dan sebelah kiri mempunyai 2 lobus.
Paru-paru dibungkus oleh sebuah dua selaput tipis yang biasa disebut pleura. Lapisan luar pleura melekat pada rongga dada dan pleura bagian dalam melapisi paru-paru untuk menggabungkan organ-organ didalam paru-paru. Di antara kedua lapisan tersebut terdapat cairan limfa yang akan berfungsi melindungi paru-paru dari gesekan ketika mengambang dan mengempis.
Jaringan penyusun paru-paru bersifat elastis dan memiliki rongga-rongga.

5. Alveolus

Pada ujung bronkus terdapat gelembung-gelembung kecil berisi udara yang disebut alveolus (jamak: alveoli). Pada gelembung-gelembung ini terjadi proses pertukaran gas oksigen dengan gas sisa metebolisme (karbondioksida) melalui dinding alveolus. Dinding alveolus dilapisi oleh sel-sel tipis yang banyak mengandung pembuluh darah kapiler.
Pertukaran gas terjadi dengan mekanisme difusi (perpindahan suatu zat melalui sebuah selaput atau dinding). Oksigen yang berada dalam alveolus akan diserap oleh pembuluh kapiler dan ditukar dengan gas karbondioksida. Gas sisa tersebut akan di keluarkan dari dalam tubuh melalui hidung.
Di dalam darah oksigen akan diikat oleh hemoglobin dan selanjutnya akan dialirkan ke seluruh tubuh. Oksigen akan digunakan dalam proses oksidasi zat makanan yang akan menghasilkan gas sisa berupa karbondioksida. Darah yang banyak mengandung karbondioksida akan dialirkan kembali ke paru-paru untuk ditukar dengan oksigen.
Hasil gambar untuk gambar organ pernapasan manusia