Cute Blinking Unicorn Purple Angel Wing Heart
UPAYA PENCEGAHAN DIRI DARI BAHAYA NARKOBA
Upaya yang paling baik dalam menanggulangi penyalahgunaan narkoba tentunya adalah melalui upaya pencegahan yang dilakukan kepada manusia sebagai calon pengguna dan pengadaan narkoba serta pemasarannya. Pencegahan yang dapat dilakukan antara lain melalui :
1. Pencegahan primer (Primary Prevention );
Pencegahan ini dilakukan kepada orang yang belum mengenal Narkoba serta komponen masyarakat yang berpotensi dapat mencegah penyalahgunaan narkoba.
Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam upaya pencegahan ini antara lain :
- Penyuluhan tentang bahaya narkoba.
- Penerangan melalui berbagai media tentang bahaya narkoba.
- Pendidikan tentang pengetahuan narkoba dan bahayanya.
2. Pencegahan Sekunder (Secondary Prevention );
Pencegahan ini dilakukan kepada orang yang sedang coba-coba menyalahgunakan Narkoba serta komponen masyarakat yang berpotensi dapat membantu agar berhenti dari penyalahgunaan narkoba.
Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam upaya pencegahan ini antara lain :
- Deteksi dini anak yang menyalahgunaan narkoba
- Konseling
- Bimbingan sosial melalui kunjungan rumah
- Penerangan dan Pendidikan pengembangan individu
- (life skills) antara lain tentang ketrampilan berkomunikasi, ketrampilan menolak tekanan orang lain dan ketrampilan mengambil keputusan dengan baik.
3. Pencegahan Tertier (Tertiary Prevention );
Pencegahan ini dilakukan kepada orang yang sedang menggunakan narkoba dan yang pernah/mantan pengguna narkoba, serta komponen masyarakat yang berpotensi dapat membantu agar berhenti dari penyalahgunaan narkoba dan membantu bekas korban naroba untuk dapat menghindari
Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam upaya pencegahan ini antara lain :
- Konseling dan bimbingan sosial kepada pengguna dan keluarga serta kelompok lingkungannya
- Menciptakan lingkungan yang kondusif bagi bekas pengguna agar mereka tidak terjerat untuk kembali sebagai pengguna narkoba.

Selain pencegahan yang telah disebutkan, maka wahana yang paling berpotensi untuk dapat menghindari penyalahgunaan narkoba adalah dari lingkungan keluarga.
Ada Beberapa strategi sederhana yang dapat dilakukan orang tua dalam upaya pencegahan narkoba diantaranya yaitu:
1. Orang tua harus memiliki pengetahuan secara jelas tentang narkoba , agar dapat memberikan pengetahuan dan pembekalan pada anak tentang ganasnya narkoba dan bagaimana cara menghindarinya.
2. Hindari kepercayaan diri yang berlebihan bahwa anaknya adalah anak yang sempurna dan tidak punya masalah, ini perlu dilakukan agar secepatnya dapat mendeteksi dini bila ada perobahan yang tidak lazim pada anaknya.
3. Jangan segan mengawasi dan mencari penyebab terjadinya perubahan tingkah dan perilaku pada anaknya.
4. Cek secara berkala kondisi kamar ( bila anak memiliki kamar pribadi ), pakaian yang habis dipakai (isi kantong, aroma pakaian, dls) tas sekolah dan atribut lainnya. (dalam melakukannya perlu strategi yang baik agar tidak menimbulkan konflik dengan anaknya).
5. Orang tua sebaiknya dapat menjadi model dan contoh yang baik bagi anaknya serta sekaligus juga dapat berperan sebagai sahabatnya. ( agar anaknya tidak segan mencurahkan segala isi hati, pendapat dan permasalahan yang dihadapinya).
6. Menerapkan dan membudayakan delapan fungsi keluarga di dalam kehidupan sehari-hari keluarga. Agar muncul rasa nyaman pada anak ketika berada di lingkungan keluarganya.

STROKE

Stroke adalah kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke otak terganggu atau berkurang akibat penyumbatan (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik). Tanpa darah, otak tidak akan mendapatkan asupan oksigen dan nutrisi, sehingga sel-sel pada sebagian area otak akan mati.
Ketika sebagian area otak mati, bagian tubuh yang dikendalikan oleh area otak yang rusak tidak dapat berfungsi dengan baik. Stroke adalah keadaan darurat medis karena sel otak dapat mati hanya dalam hitungan menit. Penanganan yang cepat dapat meminimalkan kerusakan otak dan kemungkinan munculnya komplikasi
.
Menurut riset kesehatan dasar yang diselenggarakan oleh Kementrian Kesehatan RI pada tahun 2013, di Indonesia terdapat lebih dari 2 juta penduduk, atau 12 dari 1000 penduduk, menderita stroke dengan persentase terbesar berasal dari provinsi Sulawesi Selatan.
Selain itu, stroke juga merupakan pembunuh nomor 1 di Indonesia, lebih dari 15% kematian di Indonesia disebabkan oleh stroke. Stroke iskemik memiliki kejadian yang lebih sering dibandingkan dengan stroke hemoragik, namun stroke hemoragik membunuh lebih sering dibandingkan dengan stroke iskemik.
Hipertensi yang diikuti dengan diabetes dan kolesterol tinggi merupakan kondisi yang paling sering meningkatkan risiko terjadinya stroke di Indonesia.

Gejala dan Penyebab Stroke

Gejala stroke dapat berbeda pada tiap penderitanya, tetapi gejala yang paling sering dijumpai adalah:
  • Tungkai mati rasa
  • Bicara menjadi kacau
  • Wajah terlihat menurun
Penyebab stroke sangat bervariasi, mulai dari gumpalan darah pada pembuluh darah di otak, tekanan darah tinggi, hingga pengaruh obat-obatan pengencer darah.
Stroke sangat berisiko dialami penderita tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, berat badan berlebih, dan diabetes. Risiko yang sama juga dapat terjadi pada orang yang kurang olahraga, serta memiliki kebiasaan mengonsumsi alkohol dan merokok.

Pengobatan dan Pencegahan Stroke

Pengobatan stroke tergantung kepada kondisi yang dialami pasien. Dokter dapat memberikan obat-obatan atau melakukan operasi. Sedangkan untuk memulihkan kondisi, pasien akan dianjurkan menjalani fisioterapi, dan diikuti terapi psikologis apabila diperlukan.
Untuk mencegah stroke, dokter menyarankan untuk:
  • Menerapkan pola makan yang sehat.
  • Berolahraga secara rutin.
  • Hindari merokok dan mengonsumsi minuman keras.

Komplikasi Stroke

Stroke dapat menyebabkan munculnya berbagai masalah kesehatan lain yang dapat membahayakan nyawa, antara lain:
  • Deep vein thrombosis atau penggumpalan darah di tungkai.
  • Hidrosefalus akibat menumpuknya cairan otak di dalam rongga otak.
  • Disfagia atau gangguan refleks otot saat menelan.


JANTUNG KORONER 
Penyakit jantung koroner (PJK) adalah kondisi ketika pembuluh darah jantung (arteri koroner) tersumbat oleh timbunan lemak. Bila lemak makin menumpuk, maka arteri akan makin menyempit, dan membuat aliran darah ke jantung berkurang.
Businessman Heart Attack in Isolated

Berkurangnya aliran darah ke jantung akan memicu gejala PJK, seperti angina dan sesak napas. Bila kondisi tersebut tidak segera ditangani, arteri akan tersumbat sepenuhnya, dan memicu serangan jantung.
Arteri koroner adalah pembuluh darah yang mengalirkan darah kaya oksigen ke jantung. Terdapat dua jenis arteri koroner, yang sama-sama bercabang dari aorta atau pembuluh darah besar, yaitu:
  1. Arteri koroner kiri utama (left main coronary artery/LMCA) – Arteri ini berfungsi mengalirkan darah ke serambi kiri dan bilik kiri jantung. LMCA terbagi menjadi dua bagian, yaitu:
- Left anterior descending (LAD) – berfungsi mengalirkan darah ke bagian depan dan kiri jantung.
- Circumflex (LCX) – berfungsi mengalirkan darah ke bagian belakang dan sisi luar jantung.
  1. Arteri koroner kanan (right coronary artery/RCA) – Arteri ini mengalirkan darah ke serambi kanan dan bilik kanan. Selain itu, RCA juga mengalirkan darah ke nodus sinoatrial dan nodus atrioventrikular, yang mengatur ritme jantung. RCA terbagi menjadi right posterior descending dan acute marginal artery. Bersama LAD, RCA juga mengalirkan darah ke bagian tengah jantung, dan septum (dinding pemisah antara bilik kanan dan bilik kiri jantung).
Berdasarkan data WHO, penyakit jantung koroner merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Pada tahun 2015 saja, tercatat lebih dari 7 juta orang meninggal karena PJK. Sedangkan di Indonesia sendiri, lebih dari 2 juta orang terkena PJK di tahun 2013. Dari jumlah tersebut, PJK lebih sering terjadi pada rentang usia 45-54 tahun.

Organ dalam Sistem Peredaran Darah Manusia 

Sistem peredaran darah manusia tersusun atas organ-organ yang berperan dalam pengangkutan darah di dalam tubuh. Adapun organ penyusun sistem peredaran darah pada manusia, meliputi:


  • JantungJantung merupakan organ vital di tubuh manusia yang bertugas sebagai pemompa darah ke seluruh tubuh. Organ ini terletak di antara paru-paru, di tengah dada, tepatnya di bagian belakang sisi kiri tulang dada. Jantung memiliki ukuran yang sedikit lebih besar dari kepalan tangan.
    Di dalam jantung terdapat empat ruangan yang terbagi menjadi dua bilik (ventrikel) dan dua serambi (atrium). Serambi dan bilik kiri jantung berisi darah bersih yang kaya akan oksigen, sedangkan bilik dan serambi kanan berisi darah kotor. Selain memiliki empat ruangan, jantung juga mempunyai empat katup yang berguna untuk menjaga supaya darah tetap mengalir ke arah yang benar. Detak jantung orang normal berkisar antara 60-100 kali per menit. Namun ada pengecualian, misalnya pada atlet yang bugar, detak jantungnya bisa di bawah 60 kali per menit.
  • Pembuluh darahPembuluh darah merupakan sistem peredaran darah berbentuk tabung otot elastis atau pipa yang berfungsi membawa darah dari jantung ke bagian tubuh lain, ataupun sebaliknya. Pembuluh darah bisa dibedakan menjadi dua, yaitu pembuluh nadi (arteri) dan pembuluh balik (vena).
    • Arteri. Merupakan pembuluh darah yang berfungsi membawa darah keluar dari jantung, baik ke seluruh tubuh maupun ke paru-paru. Darah yang dialirkan pembuluh arteri mengandung banyak oksigen, kecuali pada arteri pulmonalis, yang khusus membawa darah kotor untuk dialirkan ke paru. Darah bersih yang dipompa keluar dari jantung akan melalui pembuluh darah utama (aorta) dari bilik kiri jantung. Aorta ini kemudian bercabang menjadi pembuluh darah yang lebih kecil (arteri), yang menyebar ke seluruh bagian tubuh.
    • Vena. Merupakan pembuluh darah yang berfungsi membawa darah kembali ke jantung, dari seluruh tubuh atau dari paru-paru. Vena cava membawa darah kotor yang mengandung karbon dioksida dari seluruh tubuh, yang kemudian akan dialirkan ke paru-paru untuk ditukar dengan oksigen melalui proses pernapasan. Sedangkan vena pulmonalis (vena paru) membawa darah bersih yang kaya oksigen dari paru-paru menuju jantung.
DARAH 
Darah adalah cairan tubuh pada manusia dan hewan lainnya yang mengangkut senyawa penting seperti nutrisi dan oksigen ke dalam sel dan mentranspor produk buangan metabolik dari sel. Darah adalah komponen penting dalam tubuh kita (dan hewan lainnya). Jika kita menggores jari kita menggunakan pisau, kita akan melihat jari kita mengeluarkan cairan bewarna merah.
Darah ini sebenarnya adalah campuran cairan dan sel, dan bahkan terdapat makronutrisi seperti protein dan ion seperti sodium dalam darah ini. Semua komponen ini memainkan peran penting untuk tubuh kita. Selain bertindak sebagai pengangkut senyawa penting untuk tubuh dan membuang produk buangan dari sel, darah juga bertindak melindungi tubuh dari invasi virus atau bakteri dan terhadap kerusakan sel. Sel darah putih, bersama sistem kekebalan tubuh, bertindak sebagai pertahanan organisme dari serangan virus atau bakteri yang menginvasi. 

Fungsi Darah pada Manusia

Darah lebih tebal dari pada air, dan terasa sedikit lengket. Suhu dari darah pada tubuh 38 derajat Celsius, lebih tinggi 1 derajat dari suhu tubuh. Berapa banyak tubuh yang kita punya tergantung dari ukuran dan berat tubuh kita. Seseorang dengan berat 70 kg, memiliki 5 sampai 6 liter darah di tubuhnya. Secara umum, fungsi darah pada manusia dibagi menjadi 3, yaitu:
  • Transportasi
Darah mengangkut oksigen dari paru-paru ke sel-sel yang berada di tubuh, yang akan digunakan untuk respirasi seluler/metabolisme seluler. Karbon dioksida yang diproduksi saat metabolisme dibawa kembali ke paru paru oleh darah, yang kemudian kita hembuskan keluar saat bernafas. Darah juga menyediakan sel-sel nutrisi, mentranspor hormon-hormon dan membuang produk buangan.
  • Regulasi
Darah membantu menjaga tubuh dalam keseimbangan. Contohnya,  darah membuat suhu tubu terjaga, hal ini dilakukan melalui plasma darah, yang bisa mengabsorbsi panas. Ketika pembuluh darah meluas, darah mengalir lebih lambat dan hal ini menyebabkan panas hilang. Ketika suhu lingkungan turun, pemuluh darah bisa mengerut agar kehilangan panas bisa ditekan. (Baca: Mekanisme Peredaran Darah pada Manusia)
  • Proteksi
Jika pembuluh darah rusak (contohnya jika tangan berdarah), trombosit bertindak sebagai penyumbat dalam area yang terluka, untuk mencegah kehilangan darah lebih lanjut. Selain itu, sel darah putih dan senyawa messenger lainnya memainkan peran penting dalam sistem kekebalan tubuh.

Komponen Darah dan Fungsinya

Secara definisi, darah adalah cairan yang bergerak melalui pembuluh darah di sistem sirkulasi. Pada tubuh manusia, darah terbagi menjadi plasmasel darah merah dan putih, dan sel trombosit.
  • Plasma
Plasma adalah komponen utama dari darah yang terdiri dari air dengan campuran protein, ion, nutrisi, dan zat buangan. Plasma ini terdiri dari 90% air dan 10% sisanya adalah ion, protein, nutrisi, zat buangan dan gas. Ion, protein dan molekul lainnya dalam plasma memainkan peran penting dalam menjaga pH darah dan keseimbangan osmotik. (Baca: Fungsi Sel Darah Merah)
Beberapa molekul dalam plasma memiliki peran yang spesifik. Contohnya yaitu hormon yang berperan sebagai sinyal jarak jauh, antiodi yang mengidentifikasi dan menyerang patogen, dan faktor pembekuan yang membentuk pembekuan darah pada daerah luka. Lipid, seperti kolestrol, juga dibawa oleh plasma, tetapi lipid ini harus dibawa oleh protein khusus karena lipid tidak bisa bercampur dengan air.
  • Sel darah merah
Sel darah merah ini memiliki fungsi untuk membawa oksigen dan karbon dioksida yang nantinya digunakan dalam respirasi seluler dan metabolisme. Sel darah merah ini adalah sel khusus yang mensirkulasi ke seluruh tubuh dan membawa oksigen ke jaringan. Pada manusia, sel darah merah ini berukuran kecil (hanya 7 samai 8 mikro meter) dan tidak memiliki organel mitokondria dan nukleus (inti sel) ketika dewasa. 
Karakteristik-karakteristik ini memungkinkan sel darah merah untuk melaksanakan tugas sebagai pembawa molekul oksigen dengan efektif. Ukuran yang kecil membuat pertukaran gas menjadi mudah, sedangkan ketidakhadiran nukleus membuat ruang tambahan untuk hemoglobin, protein penting yang digunakan dalam transpor oksigen. Ketidakadaan mitokondria membuat sel darah merah tidak menggunakan oksigen yang ia bawa (karena fungsi sel darah merah ini membawa oksigen dan memberikannya kepada yang membutuhkan). (Fungsi Hemoglobin)
Pada organ paru paru, sel darah merah mengambil oksigen dan mensirkulasikannya ke seluruh tubuh, ia melepaskan oksigen ke jaringan di sekitarnya. Sel darah merah juga memainkan peran penting dalam transpor karbon dioksida (produk buangan). Sel darah merah mempunyai umur 120 hari, sel yang tua atau rusak akan dihancurkan di hati, dan sel yang baru akan diproduksi di tulang sum-sum. Produksi sel darah merah ini dikendalikan oleh hormon erythropoietinyang dilepaskan oleh organ ginjal. 
  • Sel darah putih
Sel darah putih adalah bagian dari sistem imun yang berfungsi sebagai respon kekebalan tubuh. Sel yang mempunyai nama lain leukocytes ini lebih sedikit jumlahnya dari pada sel darah merah, yaitu sekitar 1% dari sel yang ada di darah. Fungsi sel darah putih bereda dengan sel darah merah, fungsinya yaitu sebagai respon kekebalan tubuh, mengidentifikasi dan menetralisir invasi dari patogen seperti bakteri dan virus. 
Meskipun jumlah sel darah putih lebih sedikit. tetapi ukuran sel darah putih lebih besar dari sel darah merah, dan mempunyai nukleus serta mitokondria, tidak seperti sel darah merah. Sel darah putih dibagi menjadi 2 kelompok menurut penampilannya jika dilihat melalui mikroskop, yaitu granulocytes dan  agranulocytes.
  1. Granulocytes: Kelompok ini mempunyai granula pada sitoplasmanya ketika dilihat melalui mikroskop. Kelompok ini terdiri dari neutrophils, eosinophils, dan asophils.
  2. Agranulocytes: Kelompok ini tidak memiliki granula pada sitoplasmanya. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah monocytes dan lymphocytes.
Setiap jenis sel darah putih ini memainkan peran yang spesifik dalam pertahanan tubuh. Contohnya, beberapa sel darah putih berperan dalam menelan dan menghancurkan patogen, sementara yang lainnya mengidentifikasi mikroorganisme spesifik dan meluncurkan respons kekebalan tubuh untuk melawannya. Daya hidup sel darah putih tergantung dari jenis sel darah putihnya, dan sel baru diproduksi di tulang sum sum.
  • Trombosit
Trombosit bertanggung jawab terhadap pemekuan darah. Trombosit ini adalah pecahan sel yang terlibat dalam pembekuan darah. Trombosit diproduksi ketika sel yang besar, megakaryocytes dipecah menjadi kepingan, setiap satu sel ini akan memuat 2000 sampai 3000 trombosit. Trombosit biasanya berbentuk disk dan kecil, berukuran sekitar 2 sampai 4 mikrometer.
Ketika misalnya jari kita terkena pisau dan berdarah, trombosit tertarik ke tempat luka dan membentuk semacam penyumbat yang lengket. Trombosit kemudian melepaskan sinyal, yang tidak hanya menarik trombosit lainnya, tetapi juga mengaktifkan sinyal yang mengkonversi fibrinogen (protein larut air yang ada di plasma darah) menjadi fibrin (protein yang tidak larut dalam air). Fibrin kemudian membentuk benang benang yang memperkuat penyumbat trombosit, agar mencegah kehilangan darah semakin banyak. (Baca: Fungsi Fibrinogen)
Pembuatan bagian-bagian darah berasal dari sel induk (stem cells). Pada sel darah dewasa, biasanya sel diproduksi di tulang sum-sum. Macam macam sel darah merah berkembang dalam beberapa tahap dari sel induk menuju sel darah atau trombosit. Sel darah putih seperti lymphocytes tidak dewasa hanya di tulang sum-sum, tapi tumbuh juga di kelenjar getah gening. Ketika sel-sel selesai tumbuh, ia dilepaskan ke peredaran darah. Beberapa senyawa messenger mengatur produksi sel-sel darah. Hormon erythropoietin, yang diproduksi di ginjal, mendorong produksi sel-sel darah merah, sementara cytokine menstimulasi produksi sel sel darah putih.
Kesimpulannya, darah adalah komponen penting pada organisme hewan, khususnya manusia. Darah berfungsi sebagai pengangkut oksigen untuk digunakan dalam respirasi seluler, sebagai mekanisme sistem imun tubuh, dan sebagai pengatur metabolisme tubuh. Komponen darah terdiri dari plasma, sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit. Masing-masing komponen ini mempunyai fungsi yang bervariasi dalam metabolisme tubuh.
DAMPAK PENGGUNAAN ZAT 
ADIKTIF BAGI KESEHATAN 
Hasil gambar untuk dampak penggunaan zat adiktif
Dampak kesehatan akibat penggunaan zat adiktif dan psikotropika.
1.        Mengurangi kemampuan darah dalam menyimpan oksigen karena zat         ini mengandung racun yang berbahaya.
2.        Mengakibatkan kanker.
3.        Menyebabkan kesulitan dalam bernapas.
4.        Penurunan daya ingat.
5.        kerusakan hati/kanker hati.
6.        menimbulkan rasa kesibukan (rushing sensation).
7.        Menimbulkan semangat.
8.        Merasa waktu berjalan lambat.
9.        Pusing,kehilangan keseimbangan tubuh/ mabuk.
10.    Timbul masalah kulit di sekitar mulut dan hidung.
11.    Menimbulkan euphoria.
12.    Mual,muntah,sulit buang air besar.
13.    Kebingungan (konfusi).
14.    Berkeringat.
15.    Pingsan dan jantung berdebar-debar.
16.    Gelisah dan berubah suasana hati.
17.    Denyut nadi melambat.
18.    Tekana darah menurun.
19.    Otot-otot menjadi lemah.
20.    Pupil mengecil dan gangguan penglihatan.
21.    Mengurangi bahkan menghilangkan kepercayaan diri.
22.    Banyak bicara.
23.    Gangguan kebiasaan tidur..
24.    Gigi rapuh,gusi menyusut karena kekurangan kalsium.
25.    Tekanan darah meningkat.

JENIS-JENIS ZAT ADIKTIF
Zat adiktif sendiri memeliki beberapa jenis dan kategori, secara umum ada 4 jenis zat adiktif yang biasa beredar dan banyak kita temukan. Lalu selain contoh dari kedua zat adiktif diatas. Apa saja zat adiktif lainya yang berbahaya atau pun yang tidak berbahaya bagi tubuh. Berikut jenis-jenis zat adiktif :
  1. Inhalasin

Kategori pertama zat adiktif yang berbahaya untuk dikonsumsi adalah adalah inhalasin. Inhalasin banyak kita temui di sekitar kita, tentu zat ini tidak boleh dikonsumsi karena mengandung zat kimia yang berbahaya bagi tubuh. Mendengar kata inhalasin tentu asing bagi telinga kita secara garis besar zat inhalasin memliki ciri-ciri mudah menguap jika terkena udara sekitar. Penggunaan inhalasin sendiri biasa digunakan untuk spray atau semprotan yang memeliki sifat larutan mudah menguap contoh seperti cat semprot, hairspay dan parfum. Selain digunakan sebagai media penyemprotan inhalasin juga digunakan pada pembuatan lem.
  1. Nikotin
Zat adiktif yang banyak dimanfaatkan dan digunakan oleh masyarakat. Nikotin merupakan zat adiktif yang dikategori boleh dikonsumsi. Nama nikotin sendiri tidak asing bagi masyarakat tentu nama ini sangat familiar mengigat nikotin banyak digunakan oleh masyarakat. Salah satu penggunaan nikotin adalah rokok, tentu rokok merupakan produk yang banyak kita temui di manapun. Meskipun zat ini aman untuk dikonsumsi tetapi zat ini menyebabkan kecanduan serta efek negatif bagi tubuh jika digunakan secara berlebihan.
  1. Kafein

Satu lagi zat adiktif yang banyak kita temukan dan dimanfaatkan oleh masyarakat luas adalah kafein. Kafein sendiri merupakan zat adiktif yang memliki efek tidak bisa tidur bagi yang menggunakan. Mendengar kata kafein tentu ini merupakan komposisi dari kopi. Kopi memang memiliki kelezatan dan kenikmatan sendiri tidak heran sebagian orang menikmati rasa yang satu ini. Walaupun begitu penggunaan kafein secara berlebihan pasti berdampak buruk bagi kesehatan akibat kelelahan karena kurang tidur mengigat keren memberi efek samping sulit tidur.
  1. Narkoba

Sudah tidak asing lagi zat adiktif yang satu ini. Memliki tingkat kecanduan yang berbahaya serta efek negatif bagi tubuh jika digunakan oleh sembarang orang. Penggunaan narkoba sendiri biasa dimanfaatkan dalam bidang kedokteran. Namun sebagian orang memanfaatkan narkoba sebagai pemuasan diri mengingat bahwa efek dari narkoba akan mengakibatkan pikiran tenang bagi sebagian orang. Padahal narkoba memliki banyak efek negatif yang berbahaya bagi tubuh pengguna.